Guru MTsN 8 Aceh Timur Terima Anugerah Literasi dari Bupati Aceh Timur
Aceh Timur — Amna Farsiah, S.Pd, Guru MTsN 8 Aceh Timur, kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang literasi. Pada Kegiatan Anugerah Literasi dan Pelatihan Menulis ini diselenggarakan oleh Forum Penulis Kemenag Aceh Timur (F-PeKAT) pada Senin, 17 November 2025, bertempat di Aula Pendopo Bupati Aceh Timur. Acara ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-69 Kabupaten Aceh Timur dengan mengangkat tema:
“Literasi: Membangun Peradaban, Menulis Mengukir Sejarah.”
beliau menerima plakat dan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas keaktifannya dalam menghasilkan karya tulis, khususnya buku solo yang telah memberi kontribusi positif bagi perkembangan literasi di Kabupaten Aceh Timur.
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Alfarlaky, SH MSi, kepada tiga orang penerima, yaitu:
Amna Farsiah, S.Pd – Guru MTsN 8 Aceh Timur
Dr. Rosina Zahara, S.Pd., M.Pd – Guru SDN Keumuneng Hulu
Fadlin, S.Pd., Gr – Guru SMKN 2 Peureulak
Selain menerima penghargaan, Amna Farsiah juga mendapatkan kesempatan untuk menyerahkan secara simbolis satu eksemplar buku karyanya langsung kepada Bupati Aceh Timur.
Tidak hanya tiga guru tersebut, penghargaan literasi juga diberikan kepada sejumlah penggerak literasi dari berbagai komunitas dan instansi di Aceh Timur.
Acara turut dihadiri oleh Bupati Aceh Timur, Kakankemenag Aceh Timur, Kasi Pendidikan Madrasah Sadli, S.Pd.I, para pejabat daerah, kepala madrasah, pimpinan lembaga pendidikan, serta komunitas pencinta literasi dari berbagai instansi.
Dalam sambutannya, Bupati Aceh Timur menekankan pentingnya penguatan literasi digital di era modern.
“Kita harus beradaptasi dari buku fisik menuju digital. Karya tulis perlu dimuat dalam platform digital agar lebih mudah diakses oleh masyarakat,” ujarnya.
Beliau juga mengaitkan literasi dengan kompetensi pendidik:
“Kegiatan ini memotivasi para pengajar untuk tidak hanya menjadi pendidik yang baik, tetapi juga mampu menciptakan karya tulis. Seorang pengajar yang luar biasa dapat menjadi penulis yang juga luar biasa.”
Sementara itu, Kakankemenag Aceh Timur, H. Salamina, S.Ag, MA, menyampaikan apresiasi mendalam kepada F-PeKAT sebagai penggerak literasi di Aceh Timur.
“Seluruh pengetahuan pasti terhubung dengan nilai-nilai agama. Kami berharap seluruh pengajar di lingkungan Kemenag mampu menguasai berbagai disiplin ilmu.”
Beliau juga menambahkan bahwa setiap karya tulis diharapkan menjadi amal jariyah bagi penulisnya.
Usai penyerahan penghargaan oleh Bupati, acara dilanjutkan dengan pemberian sertifikat penghargaan untuk para penulis buku antologi. Penyerahan dilakukan oleh Kakankemenag Aceh Timur sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi para penulis dalam dunia literasi.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi doa dan foto bersama, sebelum dilanjutkan dengan pelatihan menulis yang dipandu langsung oleh pemateri dari F-PeKAT. Kegiatan ini disambut dengan antusias besar oleh seluruh peserta, menandai semangat baru dalam mengembangkan budaya menulis di Aceh Timur.
